Selasa, 11 Januari 2011

ATASI KESEDIHAN DENGAN SHOLAT

Atasilah kesedihan dengan sholat


Aku diliputi oleh besarnya dosaku,
Namun setelah kubandingkan
dengan ampunan-Mu wahai Tuhanku,
ampunan-Mu ternyata lebih besar

Wanita muslimah generasi pertama telah mengenal shalat sebagai hubungan antara hamba dengan Tuhannya, dan hanya orang-orang khusyuk yang mendapat kemenangan dan keberuntungan di dalamnya.

Allah swt. berfirman,

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. "
(al-Mu ' minun [23]: 1-2)

Mereka mendirikan shalat malam dengan taat dan khusyuk. Mereka meyakini itu sebagai bekal utama ke alam akhirat. Sesuatu yang sangat membantu dalam menyampaikan dakwah kepada orang-orang adalah dengan shalat. Mereka meyakini bahwa shalat memberikan kekuatan dan keinginan keras untuk
menghadapi kesulitan dan masalah-masalah pelik. Mereka juga menyadari bahwa shalat malam adalah merupakan salah satu ibadah utama untuk bertaqarrub (mendekat) kepada Allah, di mana Allah swt. berfirman kepada Sang Da'i Pertama, Nabi Muhammad saw.

"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. " . (al-Isra' [17]: 79)


Dan Allah swt. memuji orang-orang yang bangun untuk shalat
malam.

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. " (adz-Dzariyat [51]: 17)


Anas bin Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah masuk ke dalam masjid. Beliau melihat ada tali yang terikat antara dua tiang masjid, kemudian beliau bertanya, "Untuk apa tali ini?" Ini adalah tali Zainab r.a. Bila dia lelah dan mengantuk, maka dia akan bergantung kepadanya. Rasulullah saw. bersabda, "Bukalah tali ini. Hendaklah seseorang shalat dalam keadaan bersemangat
saja, dan bila dia lelah hendaklah dia tidur." (H.R. Bukhari dan Muslim) Jadi, para wanita itu telah berusaha keras untuk mencapai ridha Allah. T etapi Rasulullah saw. telah memerintahkan mereka agar jangan membebani diri mereka sendiri dengan sesuatu yang di atas kemampuan mereka, karena sebaik-baik ibadah adalah yang selalu dipelihara walaupun sedikit. Kita mengetahui bahwa saat ini kebanyakan wanita, waktunya terbuang percuma dengan urusan-urusan dunia, siang dan malam. Seandainya mereka mau mendirikan shalat dua rakaat saja di penghujung malam, maka dengannya mereka dapat mengusir setan. Sebaik-baik urusan adalah pertengahannya.

"Celakalah orang-orang yang berlebih lebihan," Rasulullah saw. menyebutnya tiga kali berturut-turut. (H.R. Muslim)

Mutiara Kata

Kehidupan ini sangat singkat, maka janganAnda
persingkat lagi dengan kesedihan.

Yakinlah kepada Allah bila Anda benar-benar jujur
dalam keimanan, dan bergembiralah dengan hari
esok bila Anda telah bertaubat.

Dari Buku : Tips menjadi wanita paling bahagia didunia
www.myland59.blogspot.com

Jumat, 07 Januari 2011

KISAH DAJJAL DAN TANDA-TANDA HARI AKHIR

KISAH DAJJAL DAN TANDA-TANDA HARI AKHIR

Hari Kiamat memiliki tanda-tanda kecil dan besar. Di antara tanda-tanda kecilnya: Munculnya kerusuhan, banyak terjadinya pembunuhan, merebaknya kejahatan, kejelekan dan kemungkaran. Seperti zina, minuman keras, perjudian dan kebanggaan melakukan kejelekan, sampai-sampai orang yang berpegang
teguh pada agama (beratnya) seperti orang memegang bara api.

Tanda-tanda kecil lainnya, kemiskinan ilmu pengetahuan, merebaknya kebodohan, banyaknya jumlah wanita dan sedikitnya jumlah pria, kesenangan memakai sutera, berhura-hura dengan musik dan biduan. Hingga orang yang berpapasan dengan kuburan akan berkata. "Andai saja aku menggantikannya." Tanda kecil lainnya, munculnya para da'i yang menyesatkan, pemerintahan yang korup, hilangnya sikap amanah dengan mempercayakan sesuatu pada selain ahlinya. Demikian juga semakin sedikit kebaikan, sering turun hujan, gempa bumi, dan inflasi. Para wanita tak segan keluar dengan dandanan minim setengah telanjang.

Tanda-tanda lain, terjadinya peperangan sengit Muslim-Yahudi, orang-orang muslim membunuhi Yahudi hingga mereka bersembunyi di balik
bebatuan dan pepohonan, bebatuan dan pepohonan itu berkata. "Hai muslim hamba Allah, seorang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemarilah dan bunuh dia!" kecuali pohon Gharqad, ia tidak berkata demikian, sebab ia salah satu pohon Yahudi.

Termasuk tanda kecil ini, pendeknya perjalanan waktu. Hingga setahun bagaikan sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu bak sehari dan sehari sama dengan sejam atau percikan api. Begitu juga munculnya fenomena malas shalat, kecenderungan pada hal-hal yang berbau birahi, mempercayai "tukang"
bohong dan mengingkari orang terpercaya, meyakini "tukang" khianat dan mengkhianati orang baik. AI-Qur' an diabaikan dan tinggallah hanya deret-deret tulisan. Kesukaan menghiasinya dengan tinta emas. Pembicaraan
umat berkisar seputar perempuan mewarnai masjid masjid. Adapun tanda-tanda besarnya, terdiri dari:

a. Terbitnya matahari dari barat.

Rasulullah saw bersabda. "Hari kiamat tak akan terjadi sampai matahari benar-benar terbit dari barat. Bila manusia melihatnya, maka mereka pun langsung beriman. (tetapi) itu dilakukan ketika iman mereka tak lagi memberikan manfaat. Mereka tidak beriman sebelumnya, atau berbuat kebaikan dengan keimanan itu."

b. Munculnya kabut

Firman Allah SWT “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata." (al-Dukhan: 10) Maksud kabut pada ayat ini adalah sesuatu yang muncul sebelum atau menjelang kiamat berupa gumpalan tebal yang memenuhi
ruang antara langit dan bumi. Kabut ini menyesakkan dada orang-orang kafir hingga mereka seakan tercekik. Sedang orang muslim seakan tertimpa demam dahsyat. Hal ini berlangsung selama empat puluh hari. '

c. Keluamya binatang melata yang mampu berbicara

Termasuk tanda-tanda besar hari akhir, keluarnya binatang rnelata yang mampu berbicara pada manusia dengan bahasa fasih dan dipahami setiap orang yang mendengarnya. Mereka mengabarkan bahwa manusia sudah tak lagi menghiraukan ayat-ayat Allah SWT . Binatang binatang ini keluar di akhir zaman, saat manusia melakukan kerusakan dan meninggalkan perintah Allah, mengganti agama kebenaran, mereka ( binatang ) mengecam manusia dan berkata. "Manusia tak lagi menghiraukan ayat-ayat kami. Mereka keluar membawa tongkat Musa dan cincin Sulaiman as. Dengan cincin itu mereka
memarkan wajah orang-orang kafir, sedang tongkat itu mereka gunakan untuk menggiring orang-orang beriman, hingga diketahui orang yang beriman di antara orang orang kafir.

d. Munculnya Dajjal

Ia juga dikenal dengan sebutan "si mata satu," sebab mata sebelah kirinya tak berfungsi (buta), kerusuhan yang disebabkannya termasuk paling dahsyat yang menimpa manusia pada hari akhir. Si mata satu ini tidak mengaku sebagai nabi, lebih dari itu ia juga mengaku menjadi Tuhan. Kedua tangannya memiliki mukzizat yang dianugerahkan Allah sebagai cobaan baginya dan
manusia. Ia berkata pada langit. "Turunkan”hujan. Maka seketika turun hujan. Ia berkata pada bumi. “ keluarkan tumbuhanmu dan kekayaanmu." Maka keduanya seketika keluar. Ia membunuh seseorang dan dengan mudah menghidupkannya kembali. Ia menjelajahi seluruh penjuru bumi tak satu daerah pun luput dari kunjungannya dan kerusakan yang disebabkannya. Kecuali kota Mekkah dan Madinah. Setiap kali hendak memasuki dua kota itu, para malaikat telah menjaganya. Ia pun kembali dengan hati kecewa. Kemunculan pertamanya, di kota Ashbahan. Saat itu ia diikuti sekitar tujuh puluh ribu Yahudi. Selain itu, ia juga diikuti orang-orang bejat, idiot dan para gembel. Dalam kondisi ini bumi masih bertahan selama empat puluh hari.
Seharinya bagaikan setahun, sebulan dan seminggu, padahal hari-hari itu sarna dengan hari-hari biasanya.

Penjelasan tentang hal ini termaktub dalam hadits-hadits sahih. Akan kami sebutkan sebagian hadits-hadits itu insya Allah. Sabda Rasul saw, "Tak seorang Nabi pun yang tidak mengingatkan umatnya akan datangnya si mata satu pembohong itu. Ia buta, tapi Tuhan kaIian tidak. Di dahinya tertuIis kafara artinya kafir terbaca oleh setiap muslim." Sabda Rasul saw, "Dajjal muncul membawa air dan api. Sesuatu yang terIihat manusia sebagai air, sebenamya
adalah api, dan sebaliknya yang terlihat sebagai api adalah air sejuk dan tawar. Siapa saja yang mengalaminya di antara kaIian, maka ambillah yang terlihat seperti api karena sebenamya ia adalah air tawar yang baik."

Nuwas bin Sam' an mengisahkan. "Suatu pagi Rasul membicarakan tentang Dajjal. BeIiau kadang merendahkan kemampuan Dajjal dan kadang-kadang mengagungkan kehebatannya sampai-sampai kami mengira ia berada di balik perkebunan kurma Madinah. (Yakni, Rasulullah merendahkan Dajjal karena ia hanyalah seorang hina bentuknya, bennata satu, dan di antara kedua matanya tertuIis kafir dan (beliau) mengagungkan kedahsyatan fitnah yang ditimbulkannya meliputi hal-hal yang luar biasa.

Maksud dari hadits ini adalah: Nabi saw benar-benar ingin menggambarkan dekatnya saat kemunculan Dajjal dengan menggunakan segala cara untuk menjelaskan, seperti merendahkan dan mengangkat vibrasi suaranya dalam berbicara. Hingga para sahabat mengira Dajjal berada di balik pepohonan kurma di Madinah untuk menggambarkan dekatnya saat kemunculan Dajjal . Kata Nabi. "Selain Dajjal aku tak akan menghawatirkan kalian, jika ia muncul dan aku ada bersama kalian, maka akulah lawannya (mematahkan dan menolak semua argumennya) dan bukan kalian. Jika saat ia keluar dan aku tak bersama kalian, maka masing-masing bertanggung jawab atas dirinya. Allah SWT adalah khalifahku yang akan senantiasa menjaga kalian (sepeninggalku).

Dajjal adalah seorang pemuda perkasa (kekar dan berambut keriting), matanya menyala-nyala (berwarna ke-emasan), aku seakan menyamakannya dengan Abdil ‘Uzai bin Qatn (seseorang yang mati pada zaman jahiliah). Siapa saja yang mengalaminya, bacalah bagian awal surat al-Kahfi. Ia akan keluar - dari sebuah tempat di antara Syam dan Iraq. Kerusakan melanda sebelah kanan dan kiri jalan yang dilaluinya. Hai Hamba Allah ... berpegang teguhlah (dalam iman dan jangan berpaling)." Kemudian kami bertanya. "Berapa lama ia tinggal di bumi?" "Empat puluh hari. Sehari bagaikan setahun, sehari seperti sebulan, sehari bak seminggu, dan yang lainnya sama seperti hari-hari biasanya." Jelas Rasul. Kami lanjut bertanya. "Bagaimana dengan sehari yang sama dengan setahun, cukupkah dengan shalat satu hari saja?" Nabi menjawab. "Tidak, tapi kira-kiralah sesuai kadarnya (hari-hari biasa). Kemudian kami bertanya lagi, "Seperti apa kecepatannya di bumi?" Kata Nabi. "Seperti rintik hujan yang diterpa angin, ia datang pada suatu kaum dan menyeru mereka. Kaum itu lantas mengimaninya dan mengikutinya. Ia perintahkan langit menurunkan hujan. Maka seketika turun hujan. Kepada bumi ia perintahkan mengeluarkan tumbuhan, dan mendadak bermunculan tumbuhan hijau. Tapi itu tak berselang lama, semua kembali seperti semula dan menghilang.

Lalu Dajjal kembali mendatangi suatu kaum, menyeru dan mengulangi semua ucapannya. Setelah itu ia pun pergi meninggalkan penderitaan. Kaum itu menjadi tandus (setelah terputusnya hujan dan mengeringnya rerumputan). Tak sedikitpun harta di tangan mereka. Dalam perjalanan, ia berpapasan dengan reruntuhan bangunan. Ia berkata pada reruntuhan itu. "Keluarkan kekayaanmu." Maka harta itu lalu mengikutinya seperti seekor lebah jantan. Ia lalu memanggil seorang pria muda, kemudian menebasnya dengan pedang, memotongnya menjadi dua bagian dan memisahkannya sejauh tangan melempar. Ia kemudian memanggilnya, maka pemuda itu seketika mendatanginya dan mengusap-usap wajahnya. Ia pun tertawa. Sementara la melakukan kerusakan-kerusakan itu,

Allah SWT. mengutus al-Masih 'Isa putra Maryam as ke bumi. Beliau turun dari menara putih sebelah timur Damaskus, mengenakan pakaian berhias dan harum za'faran sambil meletakan tapak tangannya pada sayap dua malaikat. Jika beliau merundukkan kepala, maka meneteskan air. Jika beliau kembali mengangkat kepala, maka memancarkan. butiran-butiran permata (tetesan air itu menyerupai butiran-butiran permata karena kebeningannya). Tak seorang kafir pun yang menciurn aroma wanginya kecuali mati dan Jiwanya melayang. Kemudian 'Isa as mencari cari Dajjal sampai beliau menemukannya di pintu Lud (suatu daerah di Syam) dan membunuhnya.

'Isa-as kemudian mendatangi suatu kaum yang dijaga Allah SWT dari kejahatan Dajjal, beliau lalu mengusap wajah-wajah mereka, menjelaskan derajat mereka nanti di surga. Sementara 'Isa as melakukannya, Allah SWT memerintahkan Isa as. ” Aku telah mengeluarkan (menciptakan) segolongan hamba- hamba-Ku yang tak seorang pun mampu mengalahkan mereka, bawalah mereka (pengikut-pengikutmu) ke bukit (atau bawa mereka ke gunung dan jadikan gunung itu perisai mereka).

Allah SWT mengutus Ya'juj dan Ma'juj dan mereka pun berlarian dari setiap lekukan bukit. Sebagian mereka berlarian ke arah perairan Tiberia dan meminum airnya. Saat orang terakhir dari mereka datang ke perairan tersebut, orang-orang berkata. "Dahulu di tempat ini terdapat air." Nabi 'Isa as dan sahabat-sahabatnya terkepung merasakan kesulitan dan keterbatasan sampai-sampai kepala banteng milik salah satu dari mereka lebih berharga dari seratus dinar hari ini (karena kebutuhan mereka akan makanan). Nabi 'Isa as dan para sahabatnya kemudian berlindung dan berdoa pada Allah SWT, Isa berkata, "Berdoalah dengan sepenuh hati dan mintalah pertolongan dengan segala kerendahan kalbu kepada Allah dan mohonlah pertolongan kepada-Nya agar melenyapkan gangguan Ya'juj dan Ma'juj yang hendak membunuhi mereka.

Kemudian Allah SWT mengutus kepada mereka cacing-cacing (yaitu cacing-cacing yang biasanya melekat pada hidung unta atau sapi) yang menempel pada leher mereka. Dengan itu maka mereka akan mati seperti matinya seorang (mati sekaligus dan bersamaan). Kemudian Nabi 'Isa as turun dari gunung itu. Tak sejengkal pun tanah yang tak disesaki bebauan busuk bangkai-bangkai mereka
(pengikut Ya'juj dan Ma'juj). Nabi 'Isa as dan para sahabatnya menyaksikan hal itu lalu bersimpuh memohon pada Allah SWT. Kemudian Allah SWT mengutus seekor burung besar, sebesar unta dan membawa mereka ke mana Allah
SWT kehendaki. Allah SWT lalu menurunkan hujan deras, tak satu rumah pun atau bukit yang mampu merintangi curahan air itu. Hujan itu membersihkan bumi hingga mengkilat bagai kaca.

Setelah itu dikatakan pada bumi, "Tumbuhkan pohon dan buah-buahan, kembalikan keberkatanmu." Dan sejak itu manusia kembali memakan buah delima dan mengadukan kulitnya. Berkah itu sungguh besar, hingga seekor onta yang mendekati kelahiran, mencukupi satu kelompok dengan jumlah besar, seekor sapi yang Juga mendekati kelahiran mencukupi satu kabilah dan satu ekor kambing bisa mencukupi sekelompok di bawah kabilah. Sementara mereka menikmati keberkahan itu ,

Allah SWT mengutus angin semilir mengambil ruh setiap mukmin dan muslim. Sedang orang-orang bejat tetap dibiarkan melakukan kebejatannya (menggauli wanita terang terangan dan di depan umum seperti keledai) (HR. Muslim).

e. Turunnya 'Isa putra Maryam as

Tanda-tanda besar lainnya adalah turunnya Nabi 'Isa al-Masih as putra Maryam. Dalam hal ini al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi saw telah banyak mengisyaratkannya. FIrman Allah SWT. "Tak ada seorangpun dari ahli kitab kecuali akan beriman padanya ('Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti 'Isa itu akan menjadi saksi mereka." (al-Nisaa: 159) Artinya tak seorang pun dari ahli kitab kecuali (pasti) Akan beriman pada 'Isa as sebelum ia meninggal. Dan pada Hari akhir, Isa as akan bersaksi atas iman mereka. Dalam ayat lain. "Dan sesungguhnya 'Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan taentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu tentang kiamat itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus. (QS.al-Zukhruf: 61) Artinya, bahwa kehadiran 'Isa as merupakan pertanda dekatnya saat-saat kiamat. Sebagaimana turunnya 'Isa as juga dikabarkan hadits-hadits mutawatir.

Saat ini ia hidup di langit, karena Allah SWT mengangkatnya, ruh dan jasadnya. Ia pun akan turun ke bumi dan menegakkan keadilan, menegakkan syariat Muhammad saw. Abu Hurairah ra. mengisahkan, Rasulullah saw bersabda. "Aku bersumpah demi Yang Menciptakanku. Sudah dekat saatnya 'Isa al-Masih putra Maryam as diturunkan di antara kalian untuk menegakkan keadilan, maka ia akan menghancurkan Salib, 'membunuhi babi, menghapuskan pembayaran jizyah dan membagikan harta sampai tak seorang pun mau menerimanya, sampai satu sajadah menjadi lebih berharga dari dunia dan segala isinya. (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam hadis-hadis sahih lain dijelaskan bahwa 'Isalah yang akan menghabisi Dajjal. Dan bila telah usai menunaikan tugasnya, beliau kemudian wafat dan orang-orang muslim berdoa untuknya. Beliau akan dimakamkan di batu kenabian yang sud.

f. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj

Mengenai mereka, Allah SWT berfirman dalam alQur'an. "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi." (al-Anbiya: 96) Kemudian Firman Allah SWT. "Mereka berkata: Hai Dzul Qarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Maka dapatkah kami membayarmu untuk membuat dinding antara kami dan mereka." (al-Kahfi : 94) mereka adalah dua kabilah dari keluarga Yafis bin Nuh yang keluar di akhir zaman, setelah runtuhnya bendungan yang dibangun Dzul Qarnain. Mereka kemudian membuat kerusakan di bumi dengan segala macam prilaku bejatnya. Mereka saking banyaknya ,memakan apa saja yang mereka temui dan minum air perairan Tiberia sampai tak sedikit pun tersisa.



g. Keluarnya api yang menggiring manusia ke padang Mahsyar

Api ini keluar dari bumi 'Adn. Ia api besar dan menakutkan yang tak satupun mampu memadamkannya. Menjulur-julur menggiring manusia ke padang Mahsyar ( tempat berkumpul). Ini termasuk tanda-tanda besar kiamat. Kita berdo'a pada Allah SWT agar menghindarkan diri kita dengan kemulyaan-Nya dari kepedihan peristiwa kiamat. Dia Maha Mendengar dan Maha Dekat

Amin.

Dari:1o1 Kisah Teladan

www.myland59.blogspot.com

Hati-hati ujub jaman modern

Elok Cahyani
HATI-HATI UJUB ZAMAN MODERN

Kita selalu dengar tentang ujub. Ujub adalah suatu penyakit hati yang bermaksud takjub dengan diri sendiri. Ujub merupakan titik tolak kepada penyakit hati yang lebih besar seperti riak (menunjuk-nunjuk) dan takabbur (membesarkan diri sendiri). Sifat-sifat ini tidak layak ada pada manusia.

Hanya Allah SWT. sahaja yang layak memiliki sifat ini kerana Allah-lah yang mencipta sekalian alam dan pemilik segala kekuatan. Maka, tidak salah bagi Allah SWT. untuk merasakan diri-Nya hebat, menunjuk-nunjuk kehebatan-Nya, dan mengagungkan diri-Nya.

Manusia yang ujub merasakan dirinya hebat. Contohnya, seseorang itu berasa ujub apabila dia berdoa lebih lama daripada orang lain, berasa ujub apabila sujud lebih lama daripada orang lain, berasa ujub apabila sedekahnya lebih banyak daripada orang lain. Mudah cerita, bisikan yang terlintas di hati berbunyi seperti "Uishh... aku sujud lebih lama daripada dia...".

Perkembangan pesat teknologi di zaman ini menjadikan penyebab penyakit hati juga turut maju selaras dengan perkembangan semasa. Penyakit hati ini akan meresap bersama-sama pesakit dan mengikuti perkembangan dunia. Berikut merupakan sedikit sebanyak contoh-contoh ujub atau riak yang telah wujud di zaman moden.

1. Blog dan "Followers"
Kebiasaannya perkara ini hanya menimpa dikalangan "blogger". Mereka berisiko untuk merasa diri hebat apabila ramai peminat ataupun "followers" yang mengikuti blog mereka. Ribuan atau ratusan "followers" menyebabkan diri terasa hebat dan dikenali ramai. Tidak salah untuk kita berasa seronok dengan ramainya "followers". Tetapi seronok atas dasar apa? Seronok kerana dapat mencurahkan ilmu kepada ribuan atau ratusan "followers" atau seronok kerana melihat JUMLAH "followers" yang banyak?

2. "Like" di Facebook
Post "status" di laman sosial facebook. Ramai pula yang tekan "like". Apabila ramai yang "like", mulalah rasa diri mendapat perhatian ramai. Setiap cetusan minda yang terpapar di laman Facebook dihargai dan rasa bangga dengan apa yang telah dihasilkan. Awas! Tidak salah untuk merasa gembira apabila orang lain suka apa yang kita lakukan, tapi janganlah sampai merasa riak dan berbangga dengan diri sendiri.

3. Komen di Facebook
Mungkin juga kita akan rasa teruja apabila ramai yang memberikan tindakbalas yang memberangsangkan pada "post" kita di Facebook. Apabila ramai sangat, mungkin bibit-bibit perasaan ujub akan mula lahir.

4. Komen Gambar di Facebook
Perkara ni mungkin berlaku pada lelaki yang kacak dan perempuan yang cun sahaja. Apabila cun atau kacak, ramailah yang komen. Tidak kurang juga yang memuji. Apabila banyak sangat terima pujian, mulalah rasa semacam dan seronok dengan pujian itu. Maka, perasaan ujub pun senang-senang boleh diterbitkan.

6. Ramainya Kawan atau Peminat di Facebook
Jumlah sekali lagi memainkan peranan penting bagi syaitan untuk menghasut manusia untuk berasa riak. Ramai bilangan rakan maya di facebook juga membolehkan perasaan ujub diterbitkan. Itu baru kawan, apatah lagi peminat artis yang mencecah jumlah ratusan ribu, malahan jutaan orang. Apabila ramai orang yang meminati artis tersebut, mungkin perasaan ujub akan muncul. Hati-hati!

7. Berdakwah di Facebook
Mungkin ramai kawan kita yang merapu di Facebook. Sebagai orang yang merasa dirinya wajib untuk berdakwah, maka Facebook dijadikan medan untuk berdakwah di tengah-tengah rakan Facebook yang banyak merapu. Maka, jadilah kita orang yang terpencil kerana tidak merapu sedangkan yang lain banyak yang merapu.

Apa yang dibimbangkan di sini, apabila kita berdakwah, kita turut akan berbangga dengan apa yang kita lakukan. Awas, wahai da'ie!

Jadi, berhati-hatilah dengan hati! Semoga kita dilindungi Allah daripada penyakit-penyakit hati ini. Ingatlah bahawa, setiap apa kebaikan yang kita lakukan semuanya adalah daripada Allah jua. Kita tiada hak untuk merasa ujub kerana tanpa izin-Nya ia tidak mungkin akan berlaku. Kembalilah apa jua pujian itu kepada Allah.

SUMBER : Artikel iluvislam.com


www.myland59.blogspot.com

SEORANG FAQIH LEBIH DISEGANI SETAN DARI PADA SERIBU ORANG ABID




SEORANG FAQIH
LEBIH DISEGANI SETAN
DARIPADA SERIBU ORANG 'ABID

Ada seorang abid dari Bani Israil. Ia tekun beribadah di dalam kuilnya yang terletak di atas bukit. Suatu hari seperti biasanya ia keluar dari kuilnya dan berjalan-jalan dilingkungan sekelilingnya untuk merenungkan kekuasaan Allah.

Di tengah perjalanan, ia melihat bangkai mayat manusia yang menebarkan bau busuk. Maka si abid mengambil arah jalan lain untuk menghindari bau busuk itu. Pada saat itu, muncullah setan menyamar menjadi laki-laki yang saleh lagi suka memberi nasehat. Setan berkata, sungguh kebaikanrnu selama ini telah menguap lenyap dan tidak ada satu kebaikan pun yang engkau miliki disisi Allah. Si abid, bertanya, "Mengapa dernikian?" Setan menjawab, "Karena engkau enggan mencium bau manusia sepertimu." Tatkala nampak kesedihan (akan terhapus amal kebaikannya selama ini) di wajah si abid itu,

Setan berkata sembari menunjukkan wajah memelas dan bergaya memberi nasehat, "Jika engkau ingin Allah mengampuni kesalahanrnu, aku memberi saran kepadamu agar engkau menangkap seekor tikus bukit ini, lalu kau gantungkan tikus Itu dilehermu (tidak boleh dilepas) saat engkau beribadah kepada Allah sepanjang hidupmu. Si abid yang hodoh itu memenuhi nasehat setan yang sudah sejak lama menunggu-nunggu kesempatan.

Ia mencari seekor tikus dan beribadah kepada Allah dengan membawa bangkai tikus yang najis itu selama lebih dari enam puluh tahun hingga wafatnya.

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwasanya.Rasullullah saw mengomentari cerita diatas dengan sabdanya. “ Mendatangi majelis ilmu lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun.

Dari:101 Kisah Teladan



PARALLEL KEHIDUPAN
www.iluvislam.com
Oleh : leedee
Editor : naadherah


BISMILLAHIRRAHMANNIRRAHIM

Firman Allah:

Allah tidak akan merubah nasib (seseorang atau) sesuatu kaum, sehingga kaum (atau orang itu)
berusaha (membuat komitmen) untuk mengubah nasibnya. (Ar-R'aad : 11)

Maka jelas dari firman Allah, membuktikan betapa Allah telah memberikan manusia suatu kelebihan iaitu kebebasan bertindak dengan kudrat yang dikurniakanNya supaya manusia dapat menggunakan kudrat ini untuk memperbaiki dan memastikan kehidupan manusia itu sentiasa dalam keadaan yang baik.

Firman Allah ini juga bermaksud, bahawa kita TIDAK boleh menyerahkan segala hal-hal yang berkaitan dengan nasib hidup kita semata-mata kepada Allah untuk memberikan kita kehidupan yang baik.

Jika inilah yang kita praktikkan, maka bila kita menemui kesusahan dalam hidup, sudah tentulah kita akan menyalahkan Allah. Sedangkan Allah itu Maha Adil, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Mustahil Allah berlaku kejam kepada hamba-hambaNya yang sangat disayangiNya.

Allah telah menganugerahkan kepada kita suatu 'kuasa eksekutif' sebagai bekal sementara kita hidup didunia ini, untuk menjalankan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi dan juga mengabdikan diri padaNya.

Hidup yang dianugerahkan pada kita ini adalah kehidupan yang "FREE WILL",bukan dikontrol atau dikawal mutlak oleh Allah. Jika kita menganggap segalanya sudah ditentukan atau sudah ditakdirkan, mengapa pula Allah berfirman seperti diatas?

"Mengapa pula ada kitab catatan malaikat dikiri kanan kita?
Ramai yang sudah tersalah anggap tentang konsep takdir ini."



Lauh Mahfuz

Hakikatnya, segala apa jua yang kita fahami sebagai takdir, ketentuan, nasib dan sebagainya di seluruh alam semesta ini, memang telah diberikan ketentuan oleh Allah S.W.T dan segalanya tercatat (direkodkan)dan disimpan disebuah tempat yang kita ketahui dengan nama Lauh Mahfuz.

Firman Allah:

" Dan pada sisi Allah jualah anak kunci perbendaharaan segala yang ghaib, tiada siapa yang mengetahuinya melainkan Dia-lah sahaja; dan Ia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun pun melainkan Ia mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering, melainkan semuanya tertulis di dalam Kitab ( Lauh Mahfuz ) yang terang nyata." (Al-An'aam :59)

Lauh Mahfuz ini termasuk dalam perkara ghaib. Al-Qur'an menerangkannya hanya sekali sahaja dalam ayat 21-22 surah al-Burooj. Maksud ayat,

"Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Qur’an yang mulia; yang tersimpan dalam Lauhul Mahfudz."

Imam Abul Fida' Ismail ibn Kathir (Tafsir Ibn Kathir) meriwayatkan beberapa keterangan daripada sahabat tentang Lauh Mahfuz, antaranya :

1. Daripada Hasan al-Basri: “Pada sisi Allah, terletak Lauh Mahfudz, dari situlah diturunkan daripadaNya kehendakNya terhadap siapa yang dikehendaki daripadaNya.”

2. Daripada Ibn Abi Hatim, "Tiada sesuatu yang ditentukan oleh Allah melainkan ditentukan terlebih dahulu dalam Lauh Mahfudz baik al-Qur'an, apa yang sebelumnya atau yang sesudahnya."

Hakikat Lauh Mahfuz yang sebenarnya ialah untuk menggambarkan ilmu Allah iaitu Allah tahu segala-galanya hatta perkara yang belum berlaku. Mengetahui bukan bermakna meletakkan ketentuan mutlak yang tidak boleh diubah-ubah lagi, sesuai dengan firmanNya dibawah:

Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab
(Lauh Mahfuz). (Ar-Raad : 39)

Sabda Rasulullah SAW:

"TIDAK ADA YANG DAPAT MENOLAK KETENTUAN TUHAN KECUALI DOA, dan tidaklah yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan. Dan seorang laki-laki akan diharamkan baginya rezki karena dosa yang diperbuatnya."

Hadis yang ini sudah nyata melarang kita hanya menyerah saja kepada takdir yang kita sendiri belum tahu rahsianya.


Sekarang, saya ingin mengajak anda semua berbincang dengan lebih radikal atau dengan lebih bebas lagi tentang hakikat Takdir yang telah ditentukan, dan dicatat (direkod) di dalam Ummul Kitab yang tersimpan di Lauh Mahfuz, supaya lebih mudah kita fahami tentang hakikat yang sebenar akan takdir didalam parellel kehidupan manusia.

Takdir adalah ibarat Basic Program (Program Asas)

Apa yang telah kita fahami dari penjelasan pada Surah Al-An'am ayat 59 tadi ialah, setiap manusia, apabila diciptakan Allah, telah ada ketentuan takdir yang dikhaskan untuk manusia itu, dan segalanya telah direkodkan didalam 'Ummul Kitab' yang tersimpan di Lauh Mahfuz.

Ketentuan takdir ini adalah merangkumi segalanya iaitu Rezekinya, Jodohnya, Ajalnya, Kelahirannya dan segala-galanya tentang seseorang itu.

Marilah kita buka minda kita seluas-luasnya, dan melihat serta memahami keterangan ayat-ayat Allah dengan pandangan dari sudut berbentuk Sains. Saya melihat bahawa Ummul Kitab adalah merupakan tempat penyimpanan data untuk program setiap makhluk terutamanya manusia.

Apabila seseorang manusia dicipta, dia memerlukan program yang khas untuk membolehkan dia hidup nyata di bumi yang fana ini . Tanpa program, kita tidak akan berupaya untuk hidup (Program needed to run into the system). Apa yang saya maksudkan ialah, setiap program (takdir) ini, sangat detail dan terperinci untuk membolehkan kita menjalani kehidupan.

Adapun berkenaan data yang direkodkan ini, Allah s.w.t menyatakan pelaksanaan terhadap sesuatu ketentuan (program) yang telah ditetapkan semenjak azali sebagai al-Qada’ dalam ayat ini

Firman Allah s.w.t:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

Maksudnya: “dan Allah jua yang menciptakan kamu dan (mencipta)apa yang kamu lakukan” [Al-Saffat: 96].

Dan juga berdasarkan sabda Nabi s.a.w:

“كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة وعرشه على الماء”

Maksudnya: “Allah s.w.t telah menulis takdir makhluk sebelum Dia mencipta langit-langit dan bumi dalam jarak 50 ribu tahun dan Arasy-Nya berada di atas air”. [Muslim].

Contoh: Ali dilahirkan pada 21hb April 2010, detail program yang Allah berikan untuk dia sangat detail iaitu dilahirkan ditangan doktor mana, selepas dilahirkan, akan dibawa kemana, dimandikan, diazankan oleh siapa, kemudian diberikan susu, dan seterusnya, hanya Allah yang Maha mampu mencipta program yang amat lengkap dan sempurna untuk setiap makhluk ciptaanNya.

Ini berdasarkan firman Allah s.w.t:

قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا

Maksudnya: “ia menjawab: “Demikianlah keadaannya tak usahlah dihairankan; Tuhanmu berfirman: hal itu mudah bagiKu; dan Kami hendak menjadikan pemberian anak itu sebagai satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami) untuk umat manusia dan sebagai satu rahmat dari Kami; dan hal itu adalah satu perkara yang telah ditetapkan berlakunya.” [Maryam: 21].

Tanpa program (Takdir) ini, mustahil manusia dapat hidup. Contohnya, jika Ali dilahirkan tanpa program, Ali cuma akan lahir dan kemudian 'Freeze'. (Kaku dan pegun) kerana tiada apa-apa program yang diberikan padanya.

Akan tetapi, semua program yang diberikan ini (telah dicatat/direkod) hanyalah basic program untuk seseorang itu, tujuannya adalah untuk membolehkan manusia berupaya hidup dimukabumi yang fana ini.

Selanjutnya, tentang bahagia atau tidak, berjaya atau tidak kehidupan seseorang itu, manusia diberikan Free Will (Kebebasan memilih) dalam pilihan-pilihan yang dipilih sendiri oleh manusia apabila telah baligh dan sempurna akal. Maka kerana itu, Nabi S.A,W telah bersabda dgn Hadis diatas iaitu:

TIDAK ADA YANG DAPAT MENOLAK KETENTUAN TUHAN KECUALI DOA,tidaklah yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan...

contoh: mungkin usia Ali didalam basic programnya ialah hingga 50 tahun, akan tetapi Ali selalu berdoa supaya panjang umur, dan dia juga banyak melakukan kebajikan (seiring dengan doanya) maka data rekod didalam basic program Ali didalam Ummulkitab tentang ajalnya dipadamkan (delete) dan ditukar kepada 70 tahun.

Begitu jugalah tentang jodoh, rezeki, kejayaan, kegagalan dan sebagainya, semuanya adalah bergantung kepada usaha manusia itu sendiri, bukan kerana ditakdirkan oleh Allah.

Apa yang kita ketahui sebagai takdir selama ini adalah merupakan Basic Program yang diwujudkan untuk membolehkan kita hidup, bernafas dan berdiri dimukabumi ini. Akan tetapi, kita sendiri diberikan peluang untuk menentukan sendiri masa depan dan nasib kita sendiri. Maka disinilah pula terletaknya kepentingan Bersangka baik sekiranya kita ingin kehidupan kita mendapat kejayaan dan dipermudahkan di dunia dan mendapat perlindungan di akhirat, sesuai dengan firmanNya:


Aku bersama sangkaan hambaku padaku, maka hendaklah ia
berprasangka dengan apa yang ia inginkan
( bukan yang ia risaukan atau khuatirkan -Hadis Qudsi :Thobarani dan Hakam).

Selain dari itu, untuk memudahkan lagi kehidupan manusia, dibekalkan juga Hukum-hukum Alam yang membantu manusia untuk hidup seperti Hukum graviti, Hukum Tarikan dan sebagainya.
Dan ingat lah, Allah hanya akan memberikan yang terbaik sahaja untuk semua hambaNya.

Di zaman Omar Al-Khattab ra, seorang lelaki telah ditangkap kerana mencuri dan beliau telah dibawa menghadap khalifah Omar. Lelaki itu telah disoal: “Mengapa kamu mencuri?”

Lelaki itu menjawab: “Kerana Allah telah mentakdirkan ini ke atas diri saya.”

Khalifah Omar ra amat marah dengan lelaki ini lantas beliau terus berkata: “Pukul lelaki ini dengan tiga puluh sebatan selepas itu potong tangannya.”

Lelaki ini terkejut dengan hukuman itu dan terus bertanya: “Mengapa hukumannya begitu berat?”
Berkata Omar Al-Khattab ra: “Kamu akan dipotong tangan kerana mencuri dan disebat kerana berdusta atas nama Allah.”

Maksudnya, manusia diizinkan Allah utk membuat pilihan dan hal ini adalah sebahagian daripada ketetapan qada dan qadar.



Hukum sebab musabab atau sebab akibat adalah takdir (program yang maha canggih, sempurna dan effisien).

Manusia dapat menolak takdir dengan takdir yang lain kerana kesemua itu telah dicipta dan ditetapkan oleh Allah bagi manusia.

Justeru, takdir lapar dapat dihilangkan dengan takdir makan, takdir dahaga dapat dihilangkan dengan minum dan takdir mengantuk dapat dihilangkan dengan tidur.

Mengikut sebuah riwayat yang sahih, khalifah Omar Al-Khattab ra enggan memasuki kampung tertentu di Syam kerana ketika itu ia sedang dilanda wabak taun.

Sahabat Abu Ubaidah ibn Jarrah ra bertanya kepada Omar ra: “Mengapa kamu lari dari takdir Tuhan?’ Omar ra menjawab: “Aku lari dari takdir Allah kepada takdir yang lain.” (Tarikh At-Tabari)

Kesemua ini menunjukkan, Allah tidak pernah mengikat dan menzalimi manusia malah sebaliknya manusia telah diberi kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Walau bagaimanapun, segala keputusan manusia tidak boleh keluar dari ruang kemanusiaan yang telah Allah tetapkan dan Allah sejak dari awal lagi telah mengetahui segala keputusan yang akan diambil oleh manusia.

Ingatlah, sekiranya kita telah menunjukkan komitmen yang gigih dalam usaha mecapai sesuatu kejayaan atau tujuan tetapi usha kita itu tidak berjaya, ianya adalah kerana Allah mengatasi segala perancangan kita dengan tujuan untuk memberikan HANYA YANG TERBAIK UNTUK PARA HAMBANYA sesuai dengan firman Allah:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah :216)

NOTA : Ummul Kitab diketahui umum sebagai al-fatihah, kerana ia adalah penghulu Al-Qur'an. Tetapi Ummul Kitab yang dibincangkan disini ialah Ibu Kitab atau Kitab Induk (yang merekodkan segala urusan tentang takdir, nasib, rezeki, qada' dan qadar, jodoh, ajal, maut dan kelahiran seperti yang difirmankan :

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Maksudnya: “dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu Kami catitkan satu persatu dalam Kitab (ibu Suratan) yang jelas nyata”. [Yasin: 12]

Berkata Ibn Kasir r.h: “Semua perkara yang berlaku telah pun ditulis (sebelum berlakunya) dalam kitab yang dibentang dan ditetapkan dalam Lauh Mahfuz dan maksud Imam Mubin dalam ayat ini adalah Ibu Kitab” [Ibn Kasir, 6/568]


Wallahuaklam,

Aku mohon keampunan dan petunjukMu ya Allah andainya aku melakukan kesilapan dalam penulisan ku ini. Aku hanya melakukan satu perbincangan bebas bertujuan supaya mendapat kefahaman yang lebih benar tentang KeadilanMu dan juga kebebasan berikhtiar yang Kau kurniakan pada hamba-hambaMu.






www.myland59.blogspot.com